Uji Aktivitas Antidiabetes Dengan Metode Penghambatan Enzim α-Glukosidase dan Karakterisasi Kandungan Senyawa Aktif pada Fraksi Metanol dan Kloroform Daun Lavetar (Wedelia biflora (L).DC) Asal Biak

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Bertha Mangallo
Adrianus Banu Pradana Putra
Maria Ludya Pulung

Abstract

Salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai obat tradisional adalah tumbuhan Lavetar (W. biflora) yang di manfaatkan oleh masyarakat Biak sebagai obat untuk mengobati penyakit diabetes. Penemuan sumber penghambat α-glukosidase sangat bermanfaat dalam upaya pengembangan obat herbal yang lebih efektif bagi penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antidiabetes fraksi metanol dan fraksi kloroform daun Lavetar dengan metode aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase serta menentukan kandungan senyawa aktif dengan menggunakan GCMS. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa senyawa aktif pada fraksi metanol adalah flavonoid dan tannin sedangkan fraksi kloroform mengandung senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Uji aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase fraksi kloroform tergolong lemah sedangkan fraksi metanol tergolong sangat lemah dengan nilai nilai IC50 masing – masing sebesar 112,562 µg/mL dan 211,151 µg/mL. Hasil Interpretasi spektra FTIR dan skrining fitokimia menunjukkan bahwa gugus fungsi utama adalah flavanoid. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan bahwa pada fraksi metanol terdapat 84 puncak senyawa dengan senyawa dominan yaitu 1-Heptatriacotanol (m/z = 190) dan fraksi kloroform terdapat 102 puncak senyawa dengan senyawa dominan yaitu cyclopropanebutanoic acid,2-[[2-[[2-[(2-pentylcyclopropyl)methyl]cyclopropyl]metyl]-,metyl ester (m/z = 270).

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Bertha Mangallo, Putra, A. B. P., & Pulung, M. L. (2019). Uji Aktivitas Antidiabetes Dengan Metode Penghambatan Enzim α-Glukosidase dan Karakterisasi Kandungan Senyawa Aktif pada Fraksi Metanol dan Kloroform Daun Lavetar (Wedelia biflora (L).DC) Asal Biak . Jurnal Natural, 15(1), 21 - 29. https://doi.org/10.30862/jn.v15i1.28